Social Icons

Rabu, 10 April 2013

PROFIL DESA BENTOT KABUPATEN TABALONG

1. LEGENDA DAN SEJARAH PEMBANGUNAN / RIWAYAT DESA BENTOT

 Adalah kelaluan (jalan) ulun/orang erang kaliku (saikung) Hante (kucing besar) dibelakang pintu, kemudian buruk/busuk lalu dibuang kesungai Bentot (Patangkep) maka muncullah nama Bentot dari kata using buruk/busuk sekitar tahun 1925. Maka sampai sekarang memilih nama desa atau nama kampung Bentot, kemudian muncul Kepala Kampung/Kepala Desa pada tahun 1938.

Nama-nama Kepala Kampung atau Kepala Desa Berikut :
  • Merinmg
  • Yampur
  • Eteu
  • Iskam
  • Lurius Luntih
  • Piyuk Kubek
  • Lunjah. L
  • Intes P. Kubek
  • Kasmir Tandil
  • Elepzon  
Beberapa Sungai yang ada di Desa Bentot :

  • Sungai Patangkep / Jangkung
  • Sungai Teo
  • Sungai Ra’i
  • Sungai Liyang Titong
  • Sungai Sarang
  • Sungai Jamut
  • Sungai Tawadai
  • Sungai Jahun
  • Sungai Mansi
  • Sungai Sasupan
  • Sungai Tukang
  • Sungai Kamanrai
  • Sungai Ra’an
  • Sungai Bunui
  • Sungai Murung Layung
  • Sungai Basun
  • Sungai Siyeh
  • Sungai Lanting
  • Sungai Jahun Karuh
  • Sungai Jahun Uhi
  • Sungai Gatui
  • Sungai Malinu
  • Sungai Malanu
  • Sungai Kumpah


2.  KONDISI UMUM DESA
  1. Letak Geografis dan Luas Wilayah
          Desa Bentot merupakan salah satu dari 10 desa di wilayah kecamatan Patangkep Tutui yang merupakan ibu kota dari Kecamatan Patangkep Tutui. Desa Bentot mempunyai luas wilayah seluas kurang lebih 500.000 km2

  2. Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
          Desa Bentot mempunyai jumlah penduduk 2.145 jiwa, laki-laki berjumlah 1.076 jiwa dan perempuan berjumlah 1.069. Kemudian tingkat pendidikan desa Bentot yang Pra Sekolah ada 246 orang, SD 346 orang, SMP 45 orang SLTA 40 orang. Setelah itu warga masyarakat desa Bentot memiliki mata pencaharian bertani dan berkebun. Selain dari bertani dan berkebun ada juga yang menjadi pedagang, PNS dan juga Buruh.

         Pola penggunaan tanah di Desa Bentot sebagian besar diperuntukkan tanah pertanian dan persawahan sedangkan sisannya untuk fasilitas bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.
    Kalau acara adat desa Bentot tidak jauh beda dengan desa lainnya seperti Warukin, Upau dan desa-desa yang ada di Kalimantan Tengah seperti Tamiang. Acara itu memakan waktu sampai berminggu-minggu lamanya, dan itu juga disertai dengan aruh adat.



    Demi kesempuraan penulisan dimasa yang akan datang silakan berikan kritik dan saran  yang bersifat membangun , melalui kolom komentar dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar